Minggu, 31 Maret 2013

Tips Untukmenghilangkan bau badan Secara Alami


Cara menghilangkan bau badan, Bau badan adalah kombinasi antara keringat dan bakteri biasanya terjadi di ketiakKeringat sebenarnya tidak berbau, namun  bakteri yang hidup dalam keringat dari tubuh kita adalah yang menyebabkan bau. Keluarnya keringat berguna untuk menurunkan suhu badan misalnya ketika habis olahraga atau ketika berada pada kondisi yang panas. Keringat keluar dari seluruh tubuh melalui pori – pori namun sebenarnya tidak berbau.

Pria biasanya memiliki bau badan dibanding wanita,  aalah satu alasan mengapa pria memiliki bau yang lebih karena mereka memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi, karena mempengaruhi produksi keringat apokrin atau karena bekerja. Namun ini biasanya terjadi karena kebersihan yang tidak terjaga.

Tips Untuk Mengatasi Bau Badan dengan Cepat dan Alami

  • Perhatikan kebersihan Tubuh/ diri anda. Mandi minimal 2 kali sehari dengan bersih

  • Gunakan Deodorant, Sehabis mandi setiap hari. Ada banyak deodorant yang dijual di mini market sekitar rumah anda dan produk ini banyak sekali macamnya. Bahkan sekarang ada yang semprot.

  • Dengan menggunakan Batu tawas. Jika anda ingin cara yanga lebih murah maka anda bisa menggunakan batu tawas. Harga batu tawas di pasar tradisional yaitu cuma Rp.1500,- namun hasilnya mengalahkan deodorant. Saya sering menggunakan batu tawas dan bisa tahan 2 hari tanpa mengeluarkan bau. Selain itu batu tawas juga mempunyai masa aktif pakai yang lama dan bisa dibilang batu tawas itu unlimeted pemakaian hehehhe. Hanya dengan cara menggosokkan batu tawas diketiak anda sehabis mandi setiap hari, dijamin gak bakalan bau lagi !

  • Kurangi Konsumsi Bawang .Bawang tenyata dapat menyebabkan bau badan, selain itu bawang juga bisa membuat nafas anda menjadi bau. Jadi solusi berikutnya adalah dengan mengurangi mengkonsumsi bawang sebab bawang akan membuat keringat menjadi bau minta ampun.

  • Dengan Jeruk Nipis. Jeruk nipis ternyata jugamempunyai khasiat untuk menghilangkan bau badan/ bau ketek, Hanya dengan cara memeras jeruk nipis, lalu air jeruk nipis yang telah diperas tadi dicampur sedikit kapur sirih. Kemudia gosokkanlah pada bagian yan dapat menimbulkan keringat seperti ketiak.

  • Dengan menggunakan Daun Sirih .Daun sirih mempunyai banyak manfaat . Daun ajaib ini pun manjur untuk menghilangkan bau badan . Hanya dengan cara merendam beberapa daun sirih kedalam air panas. Lalu airnya diminum setiap hari sampai bau badan menjadi berkurang. Atau biasa juga dengan mencoba menghalusskan daun sirih yang telah dicampur dengan kapur, lalu oleskanlah pada bagian ketiak. Daun sirih juga termasuk daun yang banyak disekitar anda. Jadi bahan untuk hidup bersih dan alami bisa anda dapatkan disekitar rumah anda.

Bahaya Ponsel Untuk Kesehatan


Handphone pada zaman sekarang bukanlah menjadi barang yang mustahil untuk dimiliki, mulai dari harga yang sangat tinggi sampai harga yang sangat murah sekalipun harga handphone ini tersedia di pasaran.
bahkan handphone sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap manusia selain untuk berhubungan dengan rekan bisnis, pacar, sahabat, keluarga .,
selain sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia tapi perlu teman - teman ketahui handphone itu mempunyai tingkat radiasi yang tinggi dan radiasi itu bisa memicu penyakit pada organ tubuh si penggunanya

Berikut 10 fakta tentang radiasi handphone:
  1. Handphone bekerja pada radiasi elektromagnetik dalam radiasi gelombang mikro seperti pada perangkat  nirkabel lainnya
  2. Handphone GSM memancarkan daya paling tinggi 2 watt dan pada handphone CDMA memancarkan daya paling tinggi 1 watt
  3. Hingga saat ini belum ditemukan thermal efek pada manusia. Penelitian yang pernah dilakukan hanya bisa mengungkapkan fakta bahwa radiasi handphone memiliki thermal efek pada kelinci yang bisa menyebabkan katarak setelah 2 - 3 jam kelinci tersebut berdekatan dengan handphone yang aktif
  4. Belum ada sebuah penelitian yang menghasilkan fakta bahwa terjadi peningkatan resiko kanker dan tumor bagi para pengguna handphone. Namun, dimungkinkan pada penggunaan kelas berat dan dalam jangka waktu yang lama (secara akumulatif) bisa meningkatkan kemungkinan resiko kanker dan tumor
  5. Bibit tumor bisa berkembang dengan lebih cepat bila berdekatan / terkena medan magnet yang berhubungan dengan handphone.
  6. Masalah kesehatan Akustik Neuromas diketahui bisa menjadi parah bila penderita menggunakan hendphone dalam jangka panjang.
  7. Beberapa laporan dari masyarakat meyakinkan dugaan adanya efek genotoksik (masalah dalam kromosom / DNA) atas penggunaan ponsel
  8. Rasa panas pada bagian kepala tempat kita menempelkan handphone saat bertelepon adalah tingkat radiasi gelombang mikro yang rendah yang bisa mengganggu kemampuan sel - sel kita untuk berkomunikasi
  9. Antara 20% - 60% dari radiasi yang dipancarkan oleh handphone yang kita gunakan akan ditransfer ke bagian kepala kita sehingga bisa mengakibatkan sakit kepala dan memanasnya jaringan otak kita
  10. Selanjutnya bila efek radiasi handphone telah mempengaruhi otak kita, maka akan segera menjalar ke bagian tubuh yang lain sehingga bisa mengakibatkan rasa nyeri sendi, kejang otot, hingga kerusakan pada retina

Bahaya Air Minum Isi Ulang


Awas Bahaya Air Minum Isi Ulang 
Semua orang berharap bahwa seharusnya air diperlakukan sebagai bahan yang sangat bernilai, dimanfaatkan secara bijak dan dijaga kualitasnya dari pencemaran dan segala bentuk penyalahgunaan. Namun kenyataan air selalu dihamburkan, dicemari dan disia-siakan serta disalahgunakan pemanfaatannya.

Air minum merupakan salah satu unsur kebutuhan pokok manusia yang menempati rangking teratas, dalam hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, air digolongkan kedalam kebutuhan fisiologikal, artinya secara langsung berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan atau zat hidup. Kadar air tubuh manusia mencapai sekitar 70 (tujuh puluh) persen, dan untuk tetap hidup, air dalam tubuh tersebut harus dipertahankan. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi, rata-rata antara 3 (tiga) liter hingga 6 (enam) liter per hari, tergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Namun, agar tetap sehat, air minum harus memenuhi persyaratan fisik, kimia, maupun bakteriologis.

Ketika konsumen tertentu karena kebutuhannya membeli air minum dengan memilih merek tertentu yang terkenal, selain karena alasan kualitas dan kesehatan. Kebutuhan ini kemudian juga bisa menjadi kebutuhan prestise. Namun demikian untuk sebagian konsumen lainnya membeli air minum dengan merek terkenal dirasakan cukup mahal. Mereka akan mencari air minum sejenis dengan harga ekonomis atau yang terjangkau oleh kemampuannya.

Peluang inilah yang dilihat dan dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis dengan menghasilkan produk air minum yang jauh lebih murah harganya. Sehingga banyak bermunculan depot-depot air minum, yang selanjutnya lebih dikenal dengan depot air minum isi ulang. Bahkan mereka berusaha mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan cara tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dan diatur oleh beberapa peraturan perundang-undangan yang terkait dalam hal keamanan air minum untuk dikonsumsi. Tindakan tersebut tentunya dapat merugikan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat berdampak bagi kesehatan.

Hasil pengujian kualitas terhadap 120 (seratus dua puluh) sampel air minum isi ulang dari 10 (sepuluh) kota besar (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cikampek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar) di Laboratorium Teknologi dan Manajemen Lingkungan, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), bau-baru ini, menunjukkan bahwa kualitas air minum yang diproduksi oleh depot air minum isi ulang bervariasi dari satu depot ke depot lainnya.

Dari berbagai artikel yang pernah penulis temukan, antara lain dari Kompas : 
1) Menurut Kompas, Rabu, 21 Maret 2001 dikemukakan bahwa dampak mengkonsumsi air kemasan palsu bisa timbulkan anemia.
2) Menurut Kompas, Senin, 19 Maret 2001 dikemukakan bahwa air minum kemasan berlender beredar luas.
3) Menurut Kompas, Kamis, 22 Maret 2001 dikemukakan bahwa minum air kemasan palsu bisa mati lemas.
4) Menurut Kompas, Kamis, 13 September 2001 dikemukakan bahwa air PDAM diduga mengandung kasinogenik.
5) Menurut Kompas, Sabtu, 02 Desember 2000 dikemukakan bahwa air PDAM banya.

Sementara itu, ada kalanya konsumen ingin membeli/mengkonsumsi air hanya melihat apakah air tersebut bening atau tidak bening (keruh). Akan tetapi ada beberapa hal yang seharusnya konsumen berpikir secara logika untuk mengkonsumsi air minum isi ulang ini. Sebagai ilustrasi, jika kita hanya ingin mendapatkan air yang bening, maka kita cukup menggunakan karbon aktif (bisa dari arang tempurung), dari air sumber/air baku yang dihubungkan ke karbon aktif dan di tampung, maka hasilnya akan langsung terlihat bening secara kasat mata. Hal ini telah coba dilakukan oleh penulis di rumah, dimana kalau sebelumnya air tanah sangat kuning dan keruh sekali, tetapi setelah melewati penggunaan proses karbon aktif, maka air tersebut langsung terlihat bening sekali. Tapi apakah memang cukup dengan bening telah menjamin bahwa air tersebut sudah layak minum?.
Kembali ke air minum isi ulang tadi, berarti cukup dengan karbon aktif, maka air yang diambil dari sumber yang kita tidak ketahui bisa menjadi bening kembali, tinggal saja, apakah air minum isi ulang tadi melalui proses ionisasi dan atau ultra violet, sehingga bakteri yang ada dalam air akan mati. Kalau tidak, berarti air tersebut masih tetap tidak layak untuk diminum. 

Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah karena kurangnya informasi yang disampaikan kepada masyarakat, kurangnya pengawasan dari instansi terkait serta belum optimalnya upaya penegakan hukum mengakibatkan banyak pelaku bisnis dengan leluasa melakukan penyalahgunaan terhadap air minum isi ulang tersebut.

Demikian tulisan singkat ini, diharapkan memiliki manfaat praktis berupa pemikiran dan wacana bagi aparat penegak hukum dalam rangka upaya penegakan hukum dan pemecahan masalah penyalahgunaan terhadap produk air minum isi ulang yang lebih baik dimasa yang akan datang. Dan bagi konsumen agar berhati-hati dalam membeli dan menggunakan air minum isi ulang. Ingatkesehatan itu mahal nilainya. Terimakasih.


 Sumber : http://forum.kompas.com/teras/6784-bahaya-air-minum-isi-ulang.html

BAhaya Mie Instan



 

Seperti yang sudah kita ketahui mie instan adalah salah satu makanan instan yang digemari hampir semua kalangan mulai dari anak kecil sampai orang tua , entah itu karena rasanya yang enak atau karena cara memasak dan menyajikannya yang super cepat dan praktis mungkin juga karena harganya yang terjangkau oleh siapa saja . Apalagi untuk anak kost , Mie Instan merupakan makanan pokok atau wajib yang sering dikonsumsi karena harganya yang terjangkau dan cara menyajikannya yang cepat dan tidak membutuhkan waktu lama . Sebagaian anak kost menyimpan banyak mie instan untuk persiapan makan setiap bulannya , untuk itu mari kita bahas Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Anak Kost serta tips cara memasak mie instan yang sehat.

Quote:
Efek Samping Makan Mie Instan

- Mudah terserang kanker
Mie instan sekarang permukaan nya di lapisi lilin , makanya tidak lengket dengan yang lain , untuk mencerna lilin , tubuh kita membutuhkan waktu sekitar 2 hari .
jika menumpuk zat ini bisa menyebabkan kanker , seperti kanker usus , kanker hati , dan leukimia .

- Rusaknya Jaringan Otak
Mengkonsumsi mie instan yang banyak menyebabkan zat berbahaya menumpuk didalam tubuh dan akan merusak jaringan sel otak , dan ini bisa menyebabkan Stroke dan Kelumpuhan .




Cara/Tips Memasak Mie Instan

Bagi anak-anak kost yang pastinya sering mengkonsumsi mie instan perhatikanlah cara anda memasak mie instan , karna cara memasak mie instan yang baik untuk kesehatan mungkin mengurangi resiko anda terserang penyakit dari bahaya mie instan tersebut . Berikut Cara/Tips Memasak Mie Instan yang sehat :



1. Didihkan air di dalam panci , pastikan air benar-benar matang atau mendidih kemudian masukkan mie kedalamnya .
2. Apabila mie sudah matang , angkat dan tiriskan mie dengan menggunakan saringan kemudian buang sisa air rebusan , dimana air tersebut mengandung lapisan lilin .
3. Masukan mie kedalam mangkok lalu siram dengan air panas baru yang sudah matang . Apabila kamu membuat mie goreng , angkat mie dari air yang sudah mendidih , tiriskan mie kemudain siram dengan air panas yang baru supaya larutan lilin dalam mie benar-benar hilang .
4. Terahir masukan bumbu-bumbu dari mie instan tersebut . Anda dapat membuat bumbu-bumbunya sendiri yang alami seperti menggunakan bawang putih, merica, kemiri, garam dan minyak sayur yang mana dapat anda peroleh dengan mudah di dapur masak anda.




Hal Yang Harus Diperhatikan

1. Jangan makan mie instan setiap hari , Luangkan waktu bagi tubuh untuk mencerna lilin dari mie itu sekitar 3 hari , jadi anda makan mie instan 1 kali dalam 3 hari.
2. Jangan menghabiskan mie instan bersama kuah nya, mengapa ? karena zat-zat dari mie instan tersebut pasti larut semuanya kedalam kuah nya , jadi jangan di habiskan kuahnya.
3. Habis makan mie, mangkok ato piringnya dicuci, biar ibu kost gak marah 


Itulah pembahasan kami tentang Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Anak Kost , bagi yang anak kost mulai sekarang jarangin aja yah makan mie instannya sobat , jaga kesehatan kalian . Namanya juga anak kost pasti jauh dari orang tua, kalo udah sakit repot juga kan 


sumber : http://www.kaskus.co.id/post/50d93076e774b4a431000030

Pelajaaran dari Vita



Aku punya seorang pacar yang kuliah di salah satu universitas ternama yang berlokasi di daerah Grogol. Karena berasal dari daerah jawa Timur, maka pacarku tinggal di sebuah kost khusus mahasiswi. Saya sendiri sudah bekerja, dan juga berasal dari universitas yang sama. Secara keseluruhan, pacarku sangat baik, setia dan cantik, tetapi masih konvensional, alias tidak mau berhubungan sex sebelum menikah secara resmi. Sebaliknya, saya termasuk laki-laki yang mempunyai libido tinggi. Sementara ini saya hanya bisa memuaskan nafsu birahi saya dengan masturbasi, tetapi keadaan berubah 180 derajat setelah saya jadian dengan pacarku.
Setelah pulang kerja, saya langsung mengunjungi kost pacarku yang bernama Fransisca. Saya bagaikan masuk ke sebuah alam erotis ketika mengunjungi kostnya. Ada sekitar 8 penghuni yang terdiri dari mahasiswi tingkat 1 sampai tingkat 4 (Fransisca telah sampai pada tingkat 4), satu diantaranya yang tingkat 3 memiliki wajah yang cantik, namun badannya tidak selangsing Fransisca. Namanya Vita, kamarnya ada di lantai 3. Aku sering membayangkan bersetubuh dengan Vita, dan penisku memberikan reaksi yang sangat menyenangkan, yaitu orgasme. Aku sering bermasturbasi sambil membayangkan Vita, sampai akhirnya timbul sebuah ide nekat dan gila di benakku. Disinilah awal dari petualanganku yang nekat.
Aku memutuskan untuk mencuri celana dalam Vita. Telah beberapa kali aku naik ke lantai 3 bersama dengan Fransisca, di lantai 3 ada sebuah rak khusus yang digunakan oleh pembantu kost untuk menaruh pakaian yang telah dicuci. Bagusnya lagi, masing-masing rak telah diberi nama supaya memudahkan pengambilan oleh pemilik baju (dan tentunya memudahkanku juga untuk mengambil celana dalamnya).
Suatu sore ketika aku berkunjung, anak-anak kost yang lain bergerombol keluar untuk makan malam. Kebetulan juga, Fransisca sedang mandi, biasanya memakan waktu sekitar 15 sampai 25 menit. Aku mempunyai banyak waktu untuk melaksanakan rencanaku. Dengan jantung yang berdebar keras, keringat membasahi tubuhku, perasaan was-was dan tentunya penisku yang berdiri kegirangan. Terdapat 3 buah celana dalam yang berbahan licin dan halus di bawah 3 tumpuk BH nya. Langsung kuambil yang berwarna kulit (ada 2 warna; satu berwarna pink dan sisanya berwarna kulit) dan kutempelkan pada wajah horny ku dan kuhirup aromanya. Sayangnya yang tercium hanyalah wangi pelembut cucian, tetapi tetap tidak mengurangi rasa horny ku. Segera kumasukkan ke kantong celanaku dan meninggalkan TKP untuk menghindari resiko yang tertangkap yang memalukan. Aku kembali menunggu di lantai 2 dengan perasaan yang berdebar-debar takut ketahuan.
4 jam kemudian aku sudah sampai rumah. Langsung kumasuki kamar mandi, kulepas celana dan dan celana dalamku, kejantananku sudah basah dan siap untuk menerima hadiah yang telah ditunggu-tunggu. Dengan perasaan deg-deg-an ku keluarkan celana dalam Vita dan sekali lagi kutempelkan pada wajahku. Kuposisikan sisi dalam yang langsung bersentuhan dengan bibir vaginanya pada hidungku. Meskipun hanya tercium wangi dari pelembut, kubayangkan aku sedang menghirup aroma exotis dari vaginanya. Secara refleks, lidahku terjulur keluar dan kubayangkan sedang menjilati celah cintanya. Penisku makin bertambah keras dan panjang.
Kuposisikan bagian selangkangan celana dalamnya di kepala kejantananku, kemudian kubalutkan bagian lain dari celana dalamnya pada batang penisku. Tangan kiriku menggenggam penisku yang terbungkus oleh pengganti vagina Vita dan langsung mengocoknya dengan perlahan-lahan. Gesekan yang terjadi menimbulkan rasa sedikit perih pada penisku, tetapi hilang secara berangsur-angsur karena dilumasi oleh cairan pra ejakulasiku. Irama masturbasi kupercepat. Getaran-getaran listrik yang erotis terus membombardir syaraf-syaraf penis dan otakku. Akhirnya orgasme pun datang dengan indah. Tangan kananku menyingkap sebagian dari celana dalam Vita untuk mengeluarkan kepala penisku.
Sebetulnya aku ingin sekali mengeluarkan cairan kenikmatanku pada celana dalamnya, tetapi itu akan meninggalkan bukti yang jelas. Tiga semprotan panjang dan kuat mengawali arus orgasmeku yang indah. Setelah kenikmatan duniawiku berakhir, ku lepas celana dalamnya dari penisku dan mengamatinya. Terdapat bercak basah yang disebabkan oleh cairan pra orgasme ku. Di satu pihak aku ingin sekali meninggalkan jejak birahiku, tetapi di lain pihak aku takut ketahuan. Kalau ketahuan akan sangat memalukan dan menyusahkan. Kuputuskan untuk membiarkan apa adanya, kusimpan CD tersebut pada kantong celanaku dan kulanjutkan dengan mandi.
Malamnya aku bermasturbasi kembali dengan CD Vita. Benar-benar pengalaman yang menegangkan dan seksi.
Keesokan sorenya keadaan masih kondusif dan kukembalikan CD yang telah kunodai dan kuambil lagi yang lain, kali ini berwarna merah muda. Berbahan tipis licin dan halus dengan sedikit renda bermotif pada bagian depan. Hal ini terus berlanjut, terkadang hanya ada sebuah CD pada tumpukan bajunya, sehingga aku terpaksa harus melakukannya dengan cepat di wc kos. Minggu berikutnya aku dikejutkan dengan impianku. Ketika ku hirup aroma dari CD nya, aku mencium sesuatu yang sudah kukenal dengan baik, dan kejantananku pun membenarkannya. Aku mencium aroma exotis dari CD nya. Bagian CD yang bersentuhan langsung dengan surga duniawinya terasa agak lembab dan kaku. Tidak salah lagi, ini adalah aroma segar dari madu cintanya. Setelah sampai di rumah, ku tempelkan CD Vita pada mulut dan hidungku, dan kuhirup dalam-dalam. Jantungku berdebar kencang karena kegirangan tetapi ada juga rasa takut yang menyelimuti pikiranku.
Apa maksud dari semua ini? Tapi saat ini aku tidak peduli. Langsung kubalutkan penisku dengan CD nya dan masturbasiku terasa beda, lebih indah, lebih menggetarkan. Kali ini aku benar-benar hilang dalam kenikmatan yang dihasilkan oleh penisku. Sampai akhirnya madu murniku bertemu dengan madu cinta Vita. Entah berapa gelombang kenikmatan orgasmik yang kualami. Ketika tersadar, bagian selangkangan CD nya telah dipenuhi dengan madu kental berwarna putih kekuningan.
Keesokan harinya kukembalikan CD yang kuambil kemarin dan kutukar dengan yang baru. Celana dalamnya juga masih memiliki aroma exotis yang sama. Tidak terlihat perubahan pada sikap dan ekspresi wajah Vita ketika kami saling bertemu pandang. Hari berikutnya aku dikejutkan dengan celana dalam Vita yang benar-benar masih basah, aromanya benar-benar segar dan memabukkan. Sepertinya Vita baru saja selesai bermasturbasi dan sengaja membiarkanku menemukannya. Kesadaranku telah diambil alih oleh penisku, langsung aku masuk kamar mandi yang letaknya berseberangan dengan kamar Vita. Kepala kejantananku tidak henti-hentinya bergetar ketika bagian selangkangan yang basah itu menempel dengan lembut dan hangat. Baru saja kukocok beberapa kali, tiba-tiba terdengar ketukan pada pintu kamar mandi. Aku terkejut dan dengan cepat menyimpan kembali kejantananku dan mengantongi CD Vita, dan berpura-pura menyiram closet.
Ketika pintu kubuka, Vita berdiri tepat di hadapanku dan mendorongku kembali dalam kamar mandi. Kali ini Vita juga berada di dalamnya. Keringat dingin bercucuran dari tubuhku. Tangan-tangan Vita langsung merogoh-rogoh semua kantongku dan akhirnya ia mendapatkan celana dalamnya yang kusimpan di kantong belakang.
“Aku sudah tahu.. Ko Indra lah pelakunya..” ungkap Vita.
Tiba-tiba Vita langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sempat melemas karena shock. Dengan kedua tangan ia membelai dan meremas-remas dengan lembut penisku yang sudah basah. Rasa horny dan keringat dingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku. Namun, kejantananku kembali berereksi di dalam belaian Jari-jari Vita yang cekatan. Pandangan Vita terus terpana pada penisku. Ketika penisku sudah mencapai ketegangan maksimalnya, mulut Vita sedikit terbuka, nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus. Kedua tangannya dengan perlahan namun mantap bermain dengan kejantananku. Suara di dalam hatiku mengatakan inilah saatnya, lagipula aku yakin Vita bukan lagi seorang gadis perawan.
Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan dekat. Ia menginginkannya, itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya. Langsung kucumbu bibirnya yang segar dan kedua tanganku langsung menyingkap bagian bawah daster berwarna putih yang dimulai dari pertengahan paha. Kejantananku bergetar dan menjadi lebih keras dan panjang. Vita tidak memakai celana dalam, pantatnya yang lembut dan kenyal ku remas-remas. Demi menghemat waktu, tangan kiriku langsung mendarat di lembah cintanya yang kebanjiran, dan tangan kananku menuju puncak buah dadanya (juga tanpa BH). Dadanya yang berukuran 36C ku remas-remas dan klitorisnya pun mendapatkan pelayanan istimewa dari jari-jariku.
Tubuh Vita tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada penisku. Ku senderkan Vita pada dinding kamar mandi, kuangkat kaki kirinya, kemudian tangan kiriku menuntun kejantananku menuju lembah cinta duniawi. Vita hanya berdiri pasrah menunggu penisku. Ketika ujung kepala penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya yang basah dan hangat, Aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku. Tidak ada hambatan dan gesekan yang bearti, karena celah cintanya benar-benar basah dan licin. Mulut Vita terbuka lebar, matanya tertutup rapat.
Kudorong lagi sampai hampir setengah dari panjang penisku, kemudian kutarik keluar dan kudorong masuk lagi. Sedikit demi sedikit akhirnya seluruh penisku sudah tertanam di dalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging liang cintanya mendekap kejantananku. Kulihat jam tanganku, hanya tersisa 10 menit sebelum Sisca keluar dari kamar mandinya.
Vita memelukku dengan erat, aku langsung menyetubuhinya dengan perlahan-lahan. Setiap tarikan dan dorongan menciptakan sensasi erotis yang sangat indah. Irama kupercepat bagaikan piston mobil yang memompa dalam putaran mesin yang tinggi. Desahan dan erangan Vita makin membuatku bernafsu, apalagi tidak sampai 2 menit Vita sudah meluncur ke alam orgasme yang tiada batasnya. Aku jadi berpikir, siapa yang sebenarnya lebih horny dan menikmati permainan ini. Jawabannya sudah jelas.

“Penisnya besar dan kuat sekali..” Vita membisikkan kata-kata tersebut di telingaku sambil terus menikmati persetubuhan ini.
“Memangnya kamu belum pernah ketemu yang sebesar ini?”
Vita menggeleng, “Punya cowokku cuma 5 cm dan kurus..”
“Jadi lebih enak yang mana?” tanyaku.
“Tentu saja punya Ko Indra, rasanya benar-benar pas..”
Vita yang baru berumur 20 tahun benar-benar cocok dengan seleraku. Aku paling suka bercinta dengan daun-daun muda. Vita, daun mudaku yang cantik, akan kubuat dia tidak dapat melupakan persetubuhan ini. Setelah Vita selesai menikmati sisa-sisa orgasmenya, ia melepaskan diri dari dekapanku dan berlutut di hadapan kejantananku.
Lidahnya terjulur dan menyapu sepanjang batang penisku yang basah diselimuti oleh madu cintanya. Dengan cekatan Vita menjilati penisku, kemudian mengulum kepala penisku yang merah. Mulutnya yang hangat ditambah dengan tarian liar yang dilakukan oleh lidahnya membuat penisku berdenyut-denyut seperti orgasme. Untuk beberapa saat ia hanya mengulum kepala penisku, kudorong kepalanya dengan lembut.
Vita mengerti apa yang kuinginkan, ia mulai melahap seluruh batang penisku. Ia sedikit mengalami hambatan yang disebabkan oleh panjangnya kejantananku. Namun rongga mulutnya dengan cepat dapat beradaptasi, sehingga Vita pun bercinta dengan kejantananku menggunakan mulutnya. Guncangan kuat mengawali orgasmeku yang kencang dan hebat. Vita sempat tersedak dan mengeluarkan penisku dari dalam mulutnya. Kupegang penisku sambil mengocoknya, mulutnya yang terbuka menjadi sasaran tembak madu kejantananku. Beberapa tetes maduku mengenai hidung dan pipinya. Pemandangan yang erotis sekali. Vita menutup mulutnya dan langsung menelannya. Kemudian penisku kembali hilang di dalam mulutnya. Lidahnya sibuk menyapu sisa-sisa maduku dan dihabiskan semuanya.
Kusuruh Vita berdiri, ia menatapku dengan expresi puas dan nakal, senyumnya yang manja ditambah dengan noda madu putihku yang masih menempel di wajahnya membuat ku horny lagi. Jari telunjuk dan tengah tangan kanannya menyapu hidung dan pipinya, kemudian jarinya langsung dikulum di dalam mulutnya.
Sudah saatnya aku keluar dan menunggu di tempat biasa. Vita dengan cepat menyelipkan selembar kertas kecil ke kantong celanaku. Kertas itu berisikan no telepon Vita.
Vita membantuku merapikan baju dan celanaku.
“Besok, jangan ambil celana dalamku lagi..”
Timbul rasa kecewa di dalam hatiku.
“Langsung saja..” Vita menempelkan tanganku pada pintu kenikmatan duniawinya.
Aku yakin ia telah merasakan arti sebenarnya dari bercinta. Meskipun kilat, namun menimbulkan kesan yang dalam. Kuhapus keringatku dengan tissue dan menyambut Sisca yang baru selesai mandi.
Setelah hari ini hampir setiap hari kami bercinta kilat di kamar mandi lantai 3. Vita menjadi tempat pelampiasan nafsuku yang menggebu-gebu. Hubunganku dengan Vita hanyalah murni sebatas kenikmatan seksual, karena kami sangat menikmatinya.

belum ada judul

]


Kejadian ini merupakan suatu sejarah kehidupan biruku beberapa tahun yang lalu, tepatnya 27 Maret 1993, hampir setahun setelah lulus SMA di Magelang dan sedang menunggu panggilan bekerja dari sebuah perusahaan penerbangan di Jakarta.
Pagi itu, aku bangun dengan penuh semangat, ada janji jalan-jalan bersama mantan adik kelasku di SMA **** (edited). Hari itu hari libur sekolah. Namanya Enno **** (edited), dia seorang penyiar remaja yang cukup dikenal di kota kecil itu, pada masa itu. (kalau ada yang kenal, tolong salamin ya?)
Dengan Astrea 800 warna merah kesayangan, kujemput dia sekitar pukul sembilan pagi. Saat kebetulan sampai di sana Enno memang baru menungguku. Sementara menunggu Enno mandi, aku ngobrol dengan mamanya. O iya, si Enno tinggal berdua dengan mamaknya (dia panggil ibunya ‘emak’)
Tak lama kemudian Enno selesai mandi, emaknya masuk ke ruang tengah. Ruang tamu cuma kita bedua, setelah Enno berganti baju, adegan French kiss mengalun begitu saja. Singkat cerita, kayaknya kok tidak nyaman kissing di ruang tamu, lalu kita sepakat untuk jalan-jalan saja.
Tepat pukul sepuluh, setelah sedikit berbasa-basi dengan mamanya, kita pergi menuju ke pinggiran kota. Sepanjang jalan kami sama-sama diam tak tahu mau ke mana. Kuarahkan sepeda motorku ke arah Borobudur, sebelum sampai ke kawasan candi, kubelokkan motorku ke arah kali Progo (melewati Mendut) menuju daerah Ancol salah satu tempat pacaran favorit di pinggiran kota Magelang. Dan di sana kissing kita teruskan lagi, maklum waktu itu status kita belun resmi pacaran, baru hobby sama lagu Slank “Ameican style” gitu.. Kita belum terpikir untuk melakukan hubungan badan yang terlalu jauh waktu itu. Namun, setiap hal pasti memiliki sebuah awal, dan hanya alamlah yang tahu dari mana sang awal itu berasal.

Tiba-tiba langit menjadi gelap (Padahal pagi tadi cerahnya bukan main). “Nduk.., (begitu panggilan sayangku padanya) kayaknya mau ujan nih..”.
Gendhuk diam saja, Untuk beberapa saat dia memandangi mukaku yang hancur seperti si Komar 4 sekawan itu. Pandangannya agak meredup, lalu dia memelukku, satu kecupan mendarat di bibir tebalku, sesaat kemudian kulihat Gendhuk tersenyum penuh arti dan matanya seolah ingin mengatakan sesuatu. Meskipun tiada kata cinta yang terucap, aku hanya mengerti, apa arti senyumannya itu.
Tanpa banyak tanya, aku starter lagi motorku yang sejak tadi kuparkir di pinggiran sungai Progo, aku pacu seolah ingin berburu dengan hujan yang sewaktu-waktu mungkin tiba. Kupegang tangannya, kutarik agar dadanya lebih menempel di punggungku, terasa payudaranya yang mulai ranum itu menusuk lembut mata punggungku.
Setelah beberapa kilometer kuhentikan motor dan kusuruh dia duduk di depan. Kujalankan lagi motor pelan-pelan. Saat itu gerimis mulai turun. Sementara dari kejauhan, kota Magelang sangat gelap, mungkin sudah deras hujannya. Posisi duduk kami di motor sangat romantis, Aku duduk di belakang, tangan kananku memegang stang gas, tangan kiriku menggenggam erat tangan kanannya. Tangan kiri Gendhuk memegar stang kiri.
Sambil menyanyikan lagu Nothings Gonna Cahange, kusuruh tangan kanannya berpegangan pada speedometer. Sementara secara naluri, tangan kiriku mulai masuk ke sweaternya. Kucari dua gundukan itu, lalu kuremas-remas setelah kudapatkan.
Motor kami masih berjalan pelan menyusuri jalan Borobudur - Magelang. Kendaraan lain hanya terkadang lewat, suasana alam cukup mendukung keberadaan kami untuk berduaan saja.
Setelah beberapa menit, langit semakin menghitam, sementara Enno mulai menggeliat sembari mendesis-desis kecil. Saat tanganku berpindah ke arah celana jeans-nya, Enno tak melarangnya. Aku buka ritsluitingnya, kudorong sedikit duduknya sehingga posisinya agak kupangku, kumasukkan tangan kiriku ke dalam celananya, kumainkan jariku sedapat-dapatnya. Teman-teman, meski kejadiannya di atas motor, namun sensasi yang kami rasakan lumayanlah. Bulu-bulunya terasa halus di ujung jemariku dan sedikit ke bawah kemudian, jariku menyentuh kewanitaannya secara acak demikian juga klitorisnya. Sedikit desahan tersendat kurasakan di dadaku karena memang posisiku menempel ketat di belakangnya, sementara itu si ucok sudah tidak peduli terhadap cuaca yang lumayan dingin karena gerimis.
Lalu bagai tak sadar, tangan Enno merayap ke belakang, mencari-cari pusakaku. Aku tahu posisinya agak sulit buat dia, makanya aku membantu buka ritsluiting celanaku, kubimbing tangannya memasukinya. Dan apa yang kami rasakan pastilah bisa kalian bayangkan saudara-saudaraku..
Tak berapa lama kemudian, kami putuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah, kepalang tanggung, jam sudah menunjuk angka dua. Setelah ber-petting di motor, kuarahkan motor melaju menuju Muntilan. Karena arah Magelang - Muntilan adalah jalan utama, kami menghentikan aktifitas kami yang cukup melelahkan perasaan dan tenaga tersebut.
Kupacu sepeda motorku sampai di Blabag (sebelun Muntilan) kubelokkan stang ke kiri mendaki menuju arah gunung Merapi. Saat itu aku yakin, walau kubawa ke manapun dia tidak akan menolak. Benih cinta itu kami rasakan sedang berkembang saat itu. O Iya, sebelumnya kami sudah bertukar tempat duduk lagi sehingga aku di depan, sedangkan tangannya sudah tak mau lepas dari kepala kentangku, malah sekarang kedua tangannya telah masuk ke dalam. Motor tetap kupacu sekitar 40 Km/jam, kendaraan banyak berseliweran tapi kami sudah tak peduli. Enno masih melayang dengan kedua tangan di dalam celanaku dan tertutup oleh ujung sweaterku, sehingga orang sekilas akan mengira tangannya hanya memeluk pinggangku saja.
Sementara aku masih berjuang untuk tetap konsentrasi mengemudikan motor ke arah Kedung Kayang, suatu tempat sakral para sejoli mencari tempat pacaran. Kedung Kayang terletak di tepian gunung Merapi, berupa sebuah jurang yang dalam dengan panorama yang luar biasa indahnya. Teman-teman, sebenarnya aku tak tahu kenapa kita ke tempat itu, (bukannya ke hotel misalnya..) naluri membawa tanganku untuk menuju ka sana.

Sementara hujan akan segera mengucur..
Sampai di Kedung Kayang suasana sangatlah sepi. Tak satupun kendaraan terparkir di sana. Maklum mendung dan gerimis. Kami turun dari motor, sedikit berjalan ke arah sebuah tempat berteduh, berjalan beriringan tanpa satupun kata terucap, kepala kami terlalu sarat dengan apa yang baru saja kami lakukan. (sebagai info: saat itu adalah pertama kali melakukan petting, sebelumnya hanya French kiss aja..)
Gerimis mulai lenyap berganti hujan, kami telah cukup selamat berteduh, meski baju kami agak basah. Mata kami hanya saling beradu, cukup lama.. Kami tidak tahu mau berkata apa, tetapi kami juga tidak merasa menunggu apa-apa. Di beberapa detik berikutnya, tangan kami telah berpegangan. Kuusap pipinya dengan beribu kata di hati. Terasa ada gemuruh, entah di dalam dada, entah di luar sana geledek yang lewat.
Seiring dengan beriramanya hujan yang makin menderas, secara refleks kepala kami saling menyongsong, bibir kami saling berpagut.., lama dan mesra. Kedua tanganku memegangi kedua sisi rahangnya, lidah kami menari bersama. Kurasakan tangannya mulai naik merangkul leherku, semakin lama makin erat pegangannya. Kuturunkan bibir dowerku ke arah leher jenjangnya, kuciumi dengan nafsu yang sedikit kupendam sehingga tak meluap begitu saja.
Tiba-tiba kepalanya terdongak, dan kali itulah aku melihat seorang wanita menggelinjang.. indah sekali, tangannya yang mengejang menambah erat pelukan di leherku. Kuhentikan secara mendadak ciumanku di lehernya, sempat kulirik hujan telah turun dengan derasnya bagai kesetanan.
Enno sempat kaget saat kuhentikan ciumanku. Aku tersenyum, lalu dengan cepat kusambar lagi lehernya dengan nafsu yang tak dapat kutahan lagi. Kujilati lehernya, aku cupang pangkal lehernya.
Irama hujan seolah menabuhi apa yang kami lakukan. Desahan nafas kami sama-sama memburu bagaikan bernyanyi dengan alam Kedung Kayang yang angker keindahannya. Lalu dengan kasar kunaikkan t-shirtnya sampai ke lehernya, kupegang pantatnya dengan tangan kiriku kuremas-remas dengan gemas, dan tangan kananku menarik kutangnya ke atas searah t-shirt yang kuangkat tadi. Kutemukan dua gundukan indah yang lebih ranum dari Merapi yang usianya sudah seumur bumi. Kumainkan kedua putingnya bergantian, kugosok sejadi-jadinya hingga wajahnya merah merasakan kekasaranku.
Desahan-desahannya sudah tak kuhiraukan lagi (kelak aku meyadari bahwa cinta dan nafsu ternyata bagaikan Qobil dan Habil anak Adam dan Hawa). Kudorong tubuhnya ke arah tembok agar tak terlalu berat menyangga beban berat tubuhnya yang disesaki berahi itu. Kumajukan kaki kiriku ke arah selangkangannya, kutundukkan kepalaku dan kujilati puting susunya, kusedot-sedot dengan kekuatan penuh seperti dendam pada sang hujan kenapa baru sekarang aku dikenalkan dengan kenikmatan seperti ini. Kugesek-gesekkan kaki kiriku ke pangkal pahanya, matanya merem melek tak tahu sudah sampai di mana otaknya yang melayang. Aku masih tak perduli, sex is sex..
Kini badannya lemas tidak.., kakupun tidak, hanya kepasrahan saja yang kudapati di raut mukanya yang tak lagi manis itu dan tak lagi cantik itu karena mataku juga sudah khilaf.
Setelah beberapa cupanganku menghiasi sekitar putingnya, kini dengan satu tangan kuremas pantat, satu tangan lagi berkarya di ritsluitingnya. Kubuka celananya, masih dengan nafas yang memburu, kulorotkan celananya sampai dengkulnya, kumasukkan tangan kananku ke dalan CD-nya, bagai tanpa perasaan lagi kumainkan dengan ganas vaginanya, kusentil-sentil sekitar clitorisnya, dia melenguh di dunia tanpa akal. Kumasukkan jari tengahku ke arah lubang vaginanya, kumasukkan dengan ganas, kuputar-putar jari tengahku di dalam vaginanya yang sedamg ranum-ranumnya. Sambil kusedot dengan kuat susu kirinya, aku mainkan tangan kiriku di lubang pantatnya, masih terdengar jelas suaranya memanggil-manggil namaku dengan penuh kenikmatan.
Akhirnya setelah orgasme yang kesekian baginya, kubuka celanaku, kuturunkan sebatas dengkul, kuturunkan juga celana dalamku, dengan posisi agak jongkok, kutarik kaki kiri pasanganku, dengan galak kunaikkan sedikit kakinya lalu dengan penuh nafsu kuarahkan moncong “hidung” pinokioku ke arah lubang sorganya. Susah, sempit dan erangan perih terdengar lirih di antara erangan kenikmatannya.
Kini matanya terbuka, dipandanginya aku dengan sorot yang tak bisa kulukiskan dengan kata-kata, lalu dengan cepat mulutnya menyambar mulutku. Permainan bertambah panas setelah itu, seolah-olah kami sudah tak ingin membuang waktu lagi. Dengan isyaratnya, kuhujamkan penisku dengan agak kasar, kurasakan mulutnya seakan menahan sesuatu saat berpagut dengan mulutku, tapi kini kami tak perduli. Dengan saling bantu, akhirnya sedikit-demi sedikit penisku berhasil ditelan dengan mesra oleh vaginanya. Benar-benar basah, panas dan berjuta perasaan meledak di dalam dada saat kurasakan vaginanya bagaikan mulut bayi yang menghisap kempongnya dengan gemas.
Agak lama juga kami saling menggocok, menggoyang dan bertempur lidah.., sampai akhirnya batas kemampuan kami berdua telah sampai di ambang batas, dengan di awali suara gelegar geledek di atas tempat kami berlindung, sebuah erangan keras dan tubuh mengejang sama-sama mewarnai hari bersejarah tersebut. Kami mencapai orgasme bersama-sama semenit sebelum kaki kami lunglai menahan berat beban nafsu kami.
Sekitar setengah menit kemudian kami berpelukan, kedua alat reproduksi kami masih berpelukan juga. Lalu hujan berhenti berganti dengan gerimis. Kami rapikan lagi baju kami berdua. Kami terdiam, menatap pemandangan basah di sekitar kami. Indah.., seindah suasana selanjutnya saat kupeluk tubuhnya dari belakang, dan kami menikmati sisa-sisa orgasme kami.
Beberapa saat kemudian serombongan keluarga melewati kami. Aku bersyukur, mereka tidak datang sejak tadi mengingat tempat kami berkarya tadi relatif sangat terbuka. Seorang ibu sempat mengernyitkan dahinya melihat kami berpelukan. Kulepaskan pelukanku, kumundur beberapa langkah ke belakang dan kulihat bagian belakang kaosnya berwarna merah.
“Ndhuk..”, aku memanggilnya dan memberi tanda dengan mataku ke arah bagian bawah kaosnya. Sedikit ekspresinya menandakan kekagetannya. Darah.. Ya, sore itu kami melepaskan keperawanan kami berdua. Lalu dia tersenyum. Kami berpandangan, lalu berpelukan.
Setelah gerimis agak reda, waktu telah menunjukkan pukul lima seperempat. Kami pulang dengan wajah sangat bahagia.

Malam Indah di Anyer



Minggu yang lalu, berdua dengan teman baik gue Farid, kita ber-week end
di Anyer. Kita tinggal di sebuah hotel di tepi pantai. Ketika kita
berdua datang, tak banyak pengunjung yang ada, hanya dua orang turis
bule.

Sabtu pagi itu, aku berniat jogging di pantai dan ketika aku berada di
lobby, aku berpapasan dengan empat orang gadis yang hendak pergi
berenang. Dalam hati, aku berkata akhirnya ada pemandangan bagus juga
untuk week-end ini.

Salah satu gadis itu, benar-benar membangkitkan nafsu sex-ku dan aku
merasa dia tahu kalau aku tertarik padanya. Tingginya tak lebih dari
160 cm tetapi proporsi badannya sungguh bagus, payudaranya menantang
demikian juga pinggangnya yang ramping dan pantatnya yang padat. Dengan
baju renangnya itu, kakinya terlihat jenjang dengan betis yang aduhai.
Gadis itu berambut sebahu dengan sedikit cat berwarna pirang, kulitnya
yang putih makin membangkitkan nafsu laki-lakiku.

Ketika aku selesai jogging, dengan sengaja aku melintas di kolam
renang. Gadis itu duduk dipinggir kolam renang dengan kaca hitamnya,
sementara teman-temannya berenang kesana kemari, dia hanya memainkan
air dengan kakinya. Aku duduk di bar kolam renang dan memesan segelas
es teh manis dan sandwich. Ketika aku memandang ke arahnya, dia secara
sengaja menggosok-gosokkan telapak tangannya di kemaluannya, seolah
menantang aku dan aku cuma bisa tersenyum kecil.

Dengan rasa penasaran, akhirnya aku memutuskan untuk menikmati sarapan
sandwichku saja. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba seseorang berdiri di
sebelahku dan ketika aku menoleh, ternyata gadis itu sedang tersenyum
manis dan berkata, “Haii . boleh saya join ?”. Aku menyahut dengan
sedikit gugup, “Oo .. boleh, dengan senang hati”. Akhirnya kami
berkenalan, gadis itu bernama Indy dan dia bekerja di sebuah perusahaan
penyedia jasa telekomunikasi di Jakarta. Sarapanku telah habis tapi
kami masih ngobrol kesana kemari dan akhirnya ketiga temannya ikut
bergabung. Karena hari makin siang dan aku belum mandi pagi, aku pamit
untuk kembali ke kamarku dahulu dan sebelumnya kuberikan nomer kamarku
ke Indy karena kami janji ketemu untuk makan siang.

Aku pergi ke kamarku dan mandi. Sebuah ketukan di pintu terdengar dan
kupikir temanku Farid yang baru bangun mengajakku sarapan, dengan badan
yang masih basah dan handuk terlilit di pinggang serta menggerutu
kubukakan pintu. Ternyata bukan Farid yang ada di depan pintu, tetapi
Indy . dengan cepat aku meminta maaf karena menggerutu dan dia
tersenyum dan berkata, “Nggak apa-apa koq . Ndre, aku cuma mau numpang
mandi soalnya si Dini temanku itu kalau mandi lamanya bukan main, boleh
kan ?”. Aku persilahkan Indy masuk dan dengan bercanda aku menyahut,
“Boleh ajaa . kalau perlu aku mandiin sekalian”, Indy cuma tertawa dan
mencubit bahuku.

Aku masuk lagi ke kamar mandi, tetapi tiba-tiba saja Indy menerobos
masuk, “Indy mau lho dimandiin” serunya. Kemudian dia membuka handuk
yang melilit di pinggangnya, sementara itu penisku mulai ereksi. Aku
sudah tak tahan lagi melihat gadis sexy ini, segera saja kupegang
tengkuknya dan kucium bibirnya yang menantang itu. Indy tidak melawan,
malah dia membalas ciumanku dengan memainkan lidahnya dimulutku,
tangannya melepaskan handuk di pinggangku dan segera meremas-remas
penisku, akibatnya penisku makin mengeras dengan cepat.

Dengan tetap berciuman kulepaskan pakaian renangnya dan sekarang
payudaranya yang menantang itu bebas untuk diremas. Indy menggerakkan
badannya untuk berjongkok dan aku kemudian mendudukkan badanku di
closet. Dengan gerakan lidah yang ahli, Indy menjilati batang
kemaluanku, sementara jari jari tangannya bermain di jembut dan biji
kemaluanku. Jilatannya makin menggila dan akhirnya batang kemaluanku
masuk ke dalam mulutnya, Indy menghisap penisku seperti anak kecil
mengisap es mambo. Ketika dia menghisap kepala penisku, jari-jarinya
menggosok-gosok batang kemaluanku. Aku merasakan kenikmatan yang luar
biasa dan aku hanya bisa menggeliat dan meremas-remas rambutnya.
Beberapa saat kemudian, aku berkata, “Indy, aku klimaks . aahh” dan
Indy melepaskan mulutnya dari penisku tetapi tangannya tetap bergerak
mengocok penisku, akhirnya spermaku muncrat keluar. Aku merasakan
sensasi dan kenikmatan yang hebat.

Indy berdiri di depanku dan melepaskan baju renangnya yang masih
melekat di pinggangnya, sekarang aku benar-benar dapat melihat badannya
yang putih mulus telanjang bulat di depanku. Dengan beralaskan handuk,
Indy merebahkan tubuhnya di lantai dan aku segera berjongkok diatasnya.
Payudaranya menjadi sasaran pertama kecupan bibirku, putingnya yang
berwarna coklat tua kuhisap dan kumainkan dengan lidahku, sementara itu
tanganku memainkan payudaranya yang lain secara bergantuan.
Kadang-kadang kupindahkan kecupanku ke lehernya yang putih jenjang,
Indy hanya menggeliat-geliat dan mendesah sensual. Kemudian tanganku
mulai mencari sasaran lain, kuelus-elus dengan lembut memeknya yang
tertutup rambut yang tipis. Jari tengahku mulai memasuki lubang
vaginanya dan aku merasakan lubang yang mulai basah lembab, kudorong
terus masuk jariku dan akhirnya kutemukan itilnya. Ketika kumainkan
itilnya itu, Indy menggelinjang dan menjerit kecil, “Uuhhg . oohh .
oohhh”, sementara bibir dan lidahku m!
asih bermain di payudaranya yang
Kubuka selangkangannya lebih lebar dan mulai kuciumi bibir vaginanya
sementara tanganku masih bermain dengan itilnya. Sesekali kutarik
keluar jariku dan kujilati serta kuhisap memeknya itu. Ketika
kumasukkan jariku lagi, aku merasakan ada cairan meleleh dari dalam
memeknya. Indy makin menggelinjang dan kulihat dia mulai meremas
payudaranya sendiri, erangannya makin keras terdengar, “Ouughh . oughhh
. aahhh”. Kemudian kurubah posisiku menjadi 69, kuangkat pantatnya
sedikit dengan kedua tanganku dan aku mulai memainkan lidahku di
memeknya. Indy mengelus-elus kontolku yang mulai ereksi lagi dan
sekali-sekali aku merasakan lidahnya bermain di kontolku.

Ketika lidahku mulai memasuki sisi dalam bibir memeknya, Indy makin
menggelinjang dan kadang-kadang kurasakan badannya menegang. Aku tidak
mendengar erangannya lagi karena kontolku yang telah tegang telah
berada di mulutnya lagi. Kutekan lidahku diantara bibir memeknya dan
aku merasakan badannya menegang, setelah itu aku merasakan kontolku
tidak lagi dihisapnya. Diantara desahannya, Indy meminta aku segera
menyetubuhinya, “Ouuuhhh . eemhh, Ndre . ayo fuck me, ouhh . ”

Kurubah posisiku menjadi posisi push-up, selangkangan Indy telah
terbuka lebar dan dari memeknya mengalir cairan yang hangat. Kuarahkan
kontolku ke memeknya, dan kemudian kumasukkan kontolku. Diperlukan
sedikit usaha keras untuk memasukkan kontolku ke memeknya, setelah itu
kontolku merasakan sebuah liang yang halus, hangat, basah dan menjepit
erat batang kontolku. Kutekan masuk terus batang kontolku sehingga biji
pelirku beradu dengan memeknya.

Kusetubuhi Indy dengan gerakan yang stabil, kontolku keluar masuk
memeknya yang makin membuat kita berdua tenggelam dalam kenikmatan.
Bibirku bermain di payudaranya dan kadang kadang bertautan dengan
bibirnya. Kontolku dilapisi cairan memeknya dan ketika kutarik keluar,
kontolku terlihat mengkilap, jembut dan pangkal kontolku juga dibasahi
cairan memek Indy. Akhirnya kurebahkan tubuhku menindih tubuh Indy,
gerakan kontolku keluar masuk memeknya makin kupercepat dan tubuh kita
makin keras bertaut. Aku mulai merasakan akan datangnya orgasme,
kuperlambat sedikit tempo persetubuhan dan aku juga merasakan tubuh
Indy makin menegang, erangan dan lenguhannya makin keras saja. Beberapa
kata-kata keluar dari mulutnya, “Fuck me . more, ouughh . tekan yang
dalem Ndree . uuhhg . lagii . ooughh . fuck my cunt, Ndree .”.

Sementara bibir kita berciuman, aku tetap menyetubuhinya dengan
bertenaga, kontolku keluar masuk memeknya yang masih menjepit erat
batang kontolku. Tak lama kemudian, Indy menjerit, “Ndree .” dan aku
merasakan tubuhnya menegang dan Indy menjepit kontolku semakin keras
yang membuatku makin sulit menggerakkan kontolku keluar masuk memeknya,
dan akibatnya gerakan kontolku makin lambat. Jepitan memek Indy yang
makin keras itu disebabkan dia mulai mencapai klimaks dan membuatku
makin terangsang. Kugerakkan kontolku dengan lambat-lambat tapi
bertenaga, sehingga Indy benar-benar merasakan itilnya bergesekan
dengan kontolku.

Aku merasakan sensasi yang hebat ketika tubuh kita berdua sama-sama
menegang mencapai klimaks, kita berdua saling memeluk dengan erat. Aku
merasakan payudaranya yang berisi terhimpit oleh dadaku, sementara
kontolku tertancap dalam-dalam di memeknya yang menjepit keras. Setelah
beberapa detik tubuh kita menegang, kontolku menumpahkan muatannya dan
sesaat kemudian kita berdua terkulai lemas tetapi dengan kepuasan yang
sangat hebat. Kemudian karena kontolku masih tegang, kugerakkan lagi
keluar masuk memek Indy dengan pelan dan lembut dan akhirnya kutarik
keluar setelah melemas.

Kita berdua saling berciuman dan berpelukan, saling mengelus -elus
tubuh yang berkeringat ini. Setelah itu aku membantunya membersihkan
badan, menyabuni tubuh yang putih mulus itu dan membilasnya dengan air
hangat. Kemudian setelah mengeringkan badan, kita berdua tidur dengan
tubuh telanjang .